1. Berniat untuk melaksanakan shalat Dhuha setiap 2 rakaat 1 salam. Seperti biasa bahwa niat itu tidak harus dilafazkan, karena niat sudah dianggap cukup meski hanya di dalam hati.
2. Niat shalat dhuha: Usholli sunnatadh-dhuha rok’ataini lillahi ta’alaa
3. Membaca surah al fatihah
4. Membaca surah asy-syams (QS:91) pada rakaat pertama, atau cukup dengan membaca surah al kafirun (QS:109) jika tidak hafal surah asy-syams itu.
5. Membaca surah adh-dhuha (QS:93) pada rakaat kedua, atau cukup dengan membaca surah al ikhlas (QS:112) jika tidak hafal surah adh-dhuha.
6. Rukuk, iktidal, sujud, duduk dua sujud, tasyahud dan salam adalah sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.
Menutup shalat Dhuha dengan berdoa. berdoa adalah kebiasaan yang sangat baik dan dianjurkan sebagai tanda penghambaan kita kepada ALLAH SWT.
Adapun surah-surah yang dibaca itu tidak ada hadits yang mengaturnya melainkan sekedar ijtihad belaka, kecuali membaca surah al kafirun dan surah al ikhlas adalah sunnah Rasulullah saw, tetapi bukan untuk shalat Dhuha, melainkan shalat Fajar. Kita tidak dibatasi membaca surah yang manapun yang kita sukai, karena semua Al-Qur’an adalah kebaikan.
Doa pun tidak dibatasi, kita boleh berdoa apa saja asalkan bukan doa untuk keburukan. Doa yang terkenal dalam Mazhab Syafi’i. Selain doa itu kita boleh membaca doa yang kita sukai. Namun karena ada aturan mazhab, maka hendaklah kita jangan melupakan agar memulai doa itu dengan menyebut nama ALLAH SWT, memuji syukur kepada-NYA dan kemudian bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Doa Setelah Shalat Dhuha
1. Allaahumma Innadh-Dhuhaa ‘Adhuhaa ‘UkaWal Bahaa ‘Abahaa ‘Uka
2. Wal Jamaala Jamaaluka
3. Wal Quwwata Quwwatuka
4. Wal Qudrata Qudratuka
5. Wal ‘Ishmata ‘Ishmatuka
6. Allaahumma In Kaana Rizqii Fis-Samaa ‘I Fa Anzilhu
7. Wa In Kaana Fil Ardi Fa Akhrijhu
8. Wa In Kaana Mu’assaran Fa Yassirhu
9. Wa In Kaana Haraaman Fathahhirhu
10. Wa In Kaana Ba’iidan Fa Qarribhu
11. Bihaqqi Dhuhaa ‘Ika, Wa Bahaa ‘Ika,
12. Wa Jamaalika, Wa Quwwatika, Wa Qudratika
13. Aatinii Maa ‘Ataita ‘Ibaadakash-Shaalihiin
Artinya:
1. “Wahai ALLAH, bahwasanya waktu Dhuha itu waktu Dhuha-MU
2. dan kecantikan adalah kecantikan-MU
3. dan keindahan adalah keindahan-MU
4. dan kekuatan adalah kekuatan-MU
5. dan kekuasaan adalah kekuasaan-MU
6. dan perlindungan itu adalah perlindungan-MU.
7. Wahai ALLAH, jikalau rejekiku masih diatas langit, maka turunkanlah
8. Dan jikalau ada didalam bumi maka keluarkanlah
9. dan jikalau sukar maka mudahkanlah
10. dan jika haram maka sucikanlah
11. dan jikalau masih jauh maka dekatkanlah
12. dengan berkat waktu Dhuha, keagungan,
13. keindahan, kekuatan dan kekuasaan-MU.
14. Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambamu yang shaleh.
(tausiahmuslim.blogspot.com)
25.7.12
Muslimah, Perhatikan Pakaianmu
Jakarta - “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Ahzab [33]: 59)
Pakaian untuk muslimah menjadi perhatian serius dalam Islam karena diperintahkan langsung oleh Allah SWT, Sang Pencipta manusia. Tidak dapat ditawar-tawar lagi, apa yang sudah ditetapkan-Nya mutlak harus diikuti dan dilaksanakan. Ini merupakan konsekuensi dari status sebagai muslimah, di manapun kita berada dan beraktivitas.
Pakaian dalam Islam untuk seorang muslimah tidak hanya berfungsi sebagai pelindung kulit dari terik matahari (panas), dari dinginnya udara, atapun dari debu yang mengandung kuman. Akan tetapi, pakaian seorang muslimah merupakan ‘pembeda’ dirinya dengan wanita kafir dan musyrik.
Firman Allah SWT: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”(QS Al A’raf [7]: 26)
Apakah pakaian yang digariskan oleh Islam untuk seorang muslimah boleh mengikuti mode yang berkembang? Jawabnya tentu boleh, asalkan aturan-aturan yang dibakukan oleh Allah dan Rasul-Nya harus menjadi patron atau pedoman. Menyimpang dari patron yang ditentukan, berarti melakukan perbuatan maksiat.
Dalam hal ini Sayid Sabiq berkomentar: ”Jika berpakaian merupakan suatu keharusan bagi orang yang beradab, dalam hal ini perempuan, tentulah lebih diutamakan. Hal ini karena pakaian dapat menjaga agamanya, kehormatannya, kemuliaannya, kepekaannya terhadap hal-hal yang kurang sopan, dan rasa malunya”.
Ada kekeliruan dalam memahami masalah pakaian untuk muslimah ini. Kebanyakan mereka berpendapat, bila sudah menutup kepala dan memakai celana panjang dengan baju potongan, dianggap sudah memakai pakaian muslimah. Alasannya, telah menutup aurat. Anggapan ini jelas sekali salah, karena perhatian Islam mengenai pakaian bukan hanya sekedar menutup aurat, akan tetapi agar tidak menarik nafsu syahwat kaum laki-laki. Alasan lainnya adalah terhindar dari tabarruj, yaitu menampakkan bagian-bagian tubuh yang dapat mendatangkan fitnah.
Pakaian-pakaian yang menarik syahwat ini kini berkembang dan menjadi trend bagi kaum wanita, baik tua, muda maupun remaja. Pakaian seperti ini dapat kita temukan di tempat kerja, di pasar bahkan di mesjid sekalipun. Kemuliaan dan harga diri telah hilang bersamaan dengan hilangnya rasa malu karena hanya menonjolkan bentuk keindahan tubuh semata.
Pakaian muslimah adalah sebuah keharusan bagi seorang wanita muslimah. Fungsinya tidak hanya sebagai pelindung bagi tubuh dan menutup aurat, tetapi juga sebagai pembeda dari wanita kafir dan musyrik serta untuk menjaga agamanya, kehormatannya, kemuliaannya, kepekaannya terhadap hal-hal yang kurang sopan, dan rasa malunya.
Lebih jauh Sayid Sabiq mengatakan: “Nilai seorang perempuan terletak pada budi pekerti, rasa malu dan peka terhadap hal-hal yang menyalahi kesopanan. Menjaga dengan baik sifat-sifat mulia ini berarti seorang perempuan menjaga kemanusiaan dengan baik”.
Alquran dengan sempurna sekali mengungkapkan pentingnya menjaga moral pergaulan bagi seorang muslimah dengan perintah untuk menahan pandangan dan kemaluannya, serta tidak menampakkan perhiasannya kecuali kepada orang yang dibenaran. Seorang muslimah juga diperintahkan untuk menutup dada mereka dengan kain.
Firman Allah SWT: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An Nur [24]: 31)
Alquran dengan petunjuk moralnya melalui pakaian tersebut, mengangkat posisi muslimah untuk menjadi seorang yang mulia, memliki karakater dan yang lebih utama, memiliki keperibadian agung karena darinyalah akan lahir generasi pelanjut kekhalifahan di bumi ini. Hanya kaum perempuanlah yang dapat melahirkan generasi tersebut. Dapat dibayangkan, bila wadah yang melahirkannya tidak memiliki rasa malu dan keperibadian agung, maka generasi yang dilahirkan adalah generasi yang akan jauh dari nilai-nilai moral.
Penyebab penyimpangan muslimah dalam berpakaian ini tidak lain karena kebodohan terhadap din yang dianut (Islam) dan taqlid terhadap pola dan gaya hidup wanita barat (wanita kafir dan musyrik). Apa-apa yang dihasilkan barat dianggap suatu kemajuan yang patut ditiru dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berpakaian. Padahal nyata sekali perbedaan tujuan berpakaian yang dituntun Al Qur-an dan sunnah, dengan tujuan berpakain ala wanita barat.
Untuk bagian ini Sayid Sabiq berkata: “Kebodohan dan taqlid buta adalah penyebab utama penyimpangan dari ajaran Islam yang sebenarnya. Penyelewengan ini telah sampai puncaknya, di mana seorang muslim sebelumnya tidak pernah berpikir bahwa perkara ini akan terjadi. Sponsor kerusakan moral telah membuat berbagai pola kecantikan dan model pakaian, bahkan mendirikan institusi pendidikan untuk mempelajari hal-hal tersebut”.
Pakaian bagi seorang wanita muslimah, tidak hanya sebagai pelindung bagi tubuh dan menutup aurat, tetapi juga sebagai pembeda dari wanita kafir dan musyrik serta untuk menjaga agamanya, kehormatannya, kemuliaannya, kepekaannya terhadap hal-hal yang kurang sopan, dan rasa malunya. Karena darinyalah akan lahir generasi pelanjut kekhalifahan di bumi.
Dalam buku Fiqih Sunnah Wanita dituliskan delapan syarat untuk pakaian wanita, yaitu:
1. Pakaian itu harus menutup seluruh tubuh kecuali telapan tangan dan wajah.
Firman Allah SWT: "Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya,” (QS An Nur [24]: 31)
2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan.
Firman Allah SWT: "...dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya...” ( QS An-Nur [24]: 31)
Firman Allah SWT: "...dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya," (Qs Al-Ahzab [33]: 33)
3. Kain harus tebal dan tidak tipis.
Telah disebutkan bahwasannya Rasulullah Saw bersabda, "Dua golongan yang belum pernah saya lihat sebelummnya: wanita berpakaian tapi telanjang…,wanita seperti ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, dan bau surga sungguh dapat dicum selama perjalanan ini dan ini,” (HR Muslim (2128))
4. Harus longgar dan tidak ketat sehingga menggambarkan sesuatu dari tubuh
“Rasulullah Saw memberiku pakaian Qubthiyyah yang tebal, pakaian tersebut adalah salah satu yang dihadiahkan Dihyah Al-kalbi. Kemudian pakaian itu aku berikan kepada istriku. Rasulullah Saw. kemudian bertanya kepadaku, “Kenapa engkau tidak memakai pakaian Qubthiyyah itu?” Aku menjawab, “telah saya berikan kepada istri saya wahai Rasulullah.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Beritahu kepadanya agar melapisinya dengan pakaian dalam, saya takut pakaian itu akan menggambarkan bentuk tubuhnya,” (HR Abu Dawud (4116))
5. Tidak diberi wewangian atau parfum
Dari Abu Musa Al-Ast’ari Radhiyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Wanita mana pun yang memakai minyak wangi kemudian melewati sebuah kaum agar mereka dapat menikmati keharumannya, maka wanita itu adalah pezina (pelacur),” (HR An-Nasa’i (2/283), Abu Dawud (4173), At-Tirmidzi (2786) dan lain-lain dengan sanad Hasan)
6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
Hadist Abdullah bin ‘Amr, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah melihat saya memakai dua baju yang berwarna kuning, beliau pun bersabda, “Ini adalah pakaian orang kafir, maka janganlah engkau mengenakannya,”
7. Tidak menyerupai laki-laki
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Saw. melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki,” ( HR Al-Bukhari (5885), At-Tirmidzi (2784), Abu Dawud (4097) dan Ibnu Majah (1904))
8. Bukan pakaian popularitas (pakaian syuhrah).
Ini berdasarkan Hadist Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang memakai pakaian Syuhrah di dunia, maka Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan di hari kiamat, kemudian disiksa di dalam neraka dengan memakai pakaian tersebut,” (HR Abu Dawud (4029) dan Ibnu Majah (3607) dengan sanad hasan lighairihi).
Kini, sudah saatnya bagi seorang muslimah untuk kembali ke khittah yang menjadikan Alquran dan Sunnah sebagai tuntunan dalam berpakaian. Jalan kebenaran hanya satu dan sudah terbentang di hadapan kita. Begitu pula dengan jalan kesesatan yang sudah menanti pula. Bila jalan kebenaran yang dipilih, berarti kita memilih jalan keselamatan yang berujung pada surga Allah. Tetapi bila jalan kesesatan yang dipilih demi alasan apapun juga, berarti kita melaju dengan kecepatan tinggi untuk menuju akhir jalan di neraka Allah.
Memang sulit untuk melakukan perubahan, seperti sulitnya mengubah makanan pokok dari nasi ke singkong. Akan tetapi harus dimulai, seberat apapun karena ini perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.
Firman Allah SWT: Katakanlah (Muhammad): “Ta’atilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.” (QS. Ali Imran [3]: 32)
Wallahu a’lam bish-shawab
Pakaian untuk muslimah menjadi perhatian serius dalam Islam karena diperintahkan langsung oleh Allah SWT, Sang Pencipta manusia. Tidak dapat ditawar-tawar lagi, apa yang sudah ditetapkan-Nya mutlak harus diikuti dan dilaksanakan. Ini merupakan konsekuensi dari status sebagai muslimah, di manapun kita berada dan beraktivitas.
Pakaian dalam Islam untuk seorang muslimah tidak hanya berfungsi sebagai pelindung kulit dari terik matahari (panas), dari dinginnya udara, atapun dari debu yang mengandung kuman. Akan tetapi, pakaian seorang muslimah merupakan ‘pembeda’ dirinya dengan wanita kafir dan musyrik.
Firman Allah SWT: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”(QS Al A’raf [7]: 26)
Apakah pakaian yang digariskan oleh Islam untuk seorang muslimah boleh mengikuti mode yang berkembang? Jawabnya tentu boleh, asalkan aturan-aturan yang dibakukan oleh Allah dan Rasul-Nya harus menjadi patron atau pedoman. Menyimpang dari patron yang ditentukan, berarti melakukan perbuatan maksiat.
Dalam hal ini Sayid Sabiq berkomentar: ”Jika berpakaian merupakan suatu keharusan bagi orang yang beradab, dalam hal ini perempuan, tentulah lebih diutamakan. Hal ini karena pakaian dapat menjaga agamanya, kehormatannya, kemuliaannya, kepekaannya terhadap hal-hal yang kurang sopan, dan rasa malunya”.
Ada kekeliruan dalam memahami masalah pakaian untuk muslimah ini. Kebanyakan mereka berpendapat, bila sudah menutup kepala dan memakai celana panjang dengan baju potongan, dianggap sudah memakai pakaian muslimah. Alasannya, telah menutup aurat. Anggapan ini jelas sekali salah, karena perhatian Islam mengenai pakaian bukan hanya sekedar menutup aurat, akan tetapi agar tidak menarik nafsu syahwat kaum laki-laki. Alasan lainnya adalah terhindar dari tabarruj, yaitu menampakkan bagian-bagian tubuh yang dapat mendatangkan fitnah.
Pakaian-pakaian yang menarik syahwat ini kini berkembang dan menjadi trend bagi kaum wanita, baik tua, muda maupun remaja. Pakaian seperti ini dapat kita temukan di tempat kerja, di pasar bahkan di mesjid sekalipun. Kemuliaan dan harga diri telah hilang bersamaan dengan hilangnya rasa malu karena hanya menonjolkan bentuk keindahan tubuh semata.
Pakaian muslimah adalah sebuah keharusan bagi seorang wanita muslimah. Fungsinya tidak hanya sebagai pelindung bagi tubuh dan menutup aurat, tetapi juga sebagai pembeda dari wanita kafir dan musyrik serta untuk menjaga agamanya, kehormatannya, kemuliaannya, kepekaannya terhadap hal-hal yang kurang sopan, dan rasa malunya.
Lebih jauh Sayid Sabiq mengatakan: “Nilai seorang perempuan terletak pada budi pekerti, rasa malu dan peka terhadap hal-hal yang menyalahi kesopanan. Menjaga dengan baik sifat-sifat mulia ini berarti seorang perempuan menjaga kemanusiaan dengan baik”.
Alquran dengan sempurna sekali mengungkapkan pentingnya menjaga moral pergaulan bagi seorang muslimah dengan perintah untuk menahan pandangan dan kemaluannya, serta tidak menampakkan perhiasannya kecuali kepada orang yang dibenaran. Seorang muslimah juga diperintahkan untuk menutup dada mereka dengan kain.
Firman Allah SWT: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An Nur [24]: 31)
Alquran dengan petunjuk moralnya melalui pakaian tersebut, mengangkat posisi muslimah untuk menjadi seorang yang mulia, memliki karakater dan yang lebih utama, memiliki keperibadian agung karena darinyalah akan lahir generasi pelanjut kekhalifahan di bumi ini. Hanya kaum perempuanlah yang dapat melahirkan generasi tersebut. Dapat dibayangkan, bila wadah yang melahirkannya tidak memiliki rasa malu dan keperibadian agung, maka generasi yang dilahirkan adalah generasi yang akan jauh dari nilai-nilai moral.
Penyebab penyimpangan muslimah dalam berpakaian ini tidak lain karena kebodohan terhadap din yang dianut (Islam) dan taqlid terhadap pola dan gaya hidup wanita barat (wanita kafir dan musyrik). Apa-apa yang dihasilkan barat dianggap suatu kemajuan yang patut ditiru dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berpakaian. Padahal nyata sekali perbedaan tujuan berpakaian yang dituntun Al Qur-an dan sunnah, dengan tujuan berpakain ala wanita barat.
Untuk bagian ini Sayid Sabiq berkata: “Kebodohan dan taqlid buta adalah penyebab utama penyimpangan dari ajaran Islam yang sebenarnya. Penyelewengan ini telah sampai puncaknya, di mana seorang muslim sebelumnya tidak pernah berpikir bahwa perkara ini akan terjadi. Sponsor kerusakan moral telah membuat berbagai pola kecantikan dan model pakaian, bahkan mendirikan institusi pendidikan untuk mempelajari hal-hal tersebut”.
Pakaian bagi seorang wanita muslimah, tidak hanya sebagai pelindung bagi tubuh dan menutup aurat, tetapi juga sebagai pembeda dari wanita kafir dan musyrik serta untuk menjaga agamanya, kehormatannya, kemuliaannya, kepekaannya terhadap hal-hal yang kurang sopan, dan rasa malunya. Karena darinyalah akan lahir generasi pelanjut kekhalifahan di bumi.
Dalam buku Fiqih Sunnah Wanita dituliskan delapan syarat untuk pakaian wanita, yaitu:
1. Pakaian itu harus menutup seluruh tubuh kecuali telapan tangan dan wajah.
Firman Allah SWT: "Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya,” (QS An Nur [24]: 31)
2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan.
Firman Allah SWT: "...dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya...” ( QS An-Nur [24]: 31)
Firman Allah SWT: "...dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya," (Qs Al-Ahzab [33]: 33)
3. Kain harus tebal dan tidak tipis.
Telah disebutkan bahwasannya Rasulullah Saw bersabda, "Dua golongan yang belum pernah saya lihat sebelummnya: wanita berpakaian tapi telanjang…,wanita seperti ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, dan bau surga sungguh dapat dicum selama perjalanan ini dan ini,” (HR Muslim (2128))
4. Harus longgar dan tidak ketat sehingga menggambarkan sesuatu dari tubuh
“Rasulullah Saw memberiku pakaian Qubthiyyah yang tebal, pakaian tersebut adalah salah satu yang dihadiahkan Dihyah Al-kalbi. Kemudian pakaian itu aku berikan kepada istriku. Rasulullah Saw. kemudian bertanya kepadaku, “Kenapa engkau tidak memakai pakaian Qubthiyyah itu?” Aku menjawab, “telah saya berikan kepada istri saya wahai Rasulullah.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Beritahu kepadanya agar melapisinya dengan pakaian dalam, saya takut pakaian itu akan menggambarkan bentuk tubuhnya,” (HR Abu Dawud (4116))
5. Tidak diberi wewangian atau parfum
Dari Abu Musa Al-Ast’ari Radhiyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Wanita mana pun yang memakai minyak wangi kemudian melewati sebuah kaum agar mereka dapat menikmati keharumannya, maka wanita itu adalah pezina (pelacur),” (HR An-Nasa’i (2/283), Abu Dawud (4173), At-Tirmidzi (2786) dan lain-lain dengan sanad Hasan)
6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
Hadist Abdullah bin ‘Amr, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah melihat saya memakai dua baju yang berwarna kuning, beliau pun bersabda, “Ini adalah pakaian orang kafir, maka janganlah engkau mengenakannya,”
7. Tidak menyerupai laki-laki
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Saw. melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki,” ( HR Al-Bukhari (5885), At-Tirmidzi (2784), Abu Dawud (4097) dan Ibnu Majah (1904))
8. Bukan pakaian popularitas (pakaian syuhrah).
Ini berdasarkan Hadist Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang memakai pakaian Syuhrah di dunia, maka Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan di hari kiamat, kemudian disiksa di dalam neraka dengan memakai pakaian tersebut,” (HR Abu Dawud (4029) dan Ibnu Majah (3607) dengan sanad hasan lighairihi).
Kini, sudah saatnya bagi seorang muslimah untuk kembali ke khittah yang menjadikan Alquran dan Sunnah sebagai tuntunan dalam berpakaian. Jalan kebenaran hanya satu dan sudah terbentang di hadapan kita. Begitu pula dengan jalan kesesatan yang sudah menanti pula. Bila jalan kebenaran yang dipilih, berarti kita memilih jalan keselamatan yang berujung pada surga Allah. Tetapi bila jalan kesesatan yang dipilih demi alasan apapun juga, berarti kita melaju dengan kecepatan tinggi untuk menuju akhir jalan di neraka Allah.
Memang sulit untuk melakukan perubahan, seperti sulitnya mengubah makanan pokok dari nasi ke singkong. Akan tetapi harus dimulai, seberat apapun karena ini perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.
Firman Allah SWT: Katakanlah (Muhammad): “Ta’atilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.” (QS. Ali Imran [3]: 32)
Wallahu a’lam bish-shawab
5.6.12
Pidato Hasyim Muzadi
Pidato mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. HAsyim Muzadi, beredar luas melalui pesan berantai BlackBerry Messenger dan media sosial seperti Facebook dan blog.
Pidato yang heboh itu berisi pandangan mantan pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia itu mengenai sejumlah isu kontroversial seperti Ahmadiyah, toleransi antar umat beragama, Gereja Yasmin, Lady Gaga, Irshad Manji dan perkawinan sejenis.
Hasyim Muzadi sendiri telah mengonfirmasikan isi pidato ini.
Berikut selengkapnya isi pesan BBM mengenai pidato Hasyim Muzadi:
KH. Hasyim Muzadi, Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) & Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) & Mantan Ketum PBNU tentang tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia oleh Sidang PBB di Jeneva :
"Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti karena laporan dari dalam negeri Indonesia. Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara muslim mana pun yang setoleran Indonesia.
Kalau yang dipakai ukuran adalah masalah AHMADIYAH, memang karena Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tidak dipersoalkan oleh umat Islam.
Kalau yang jadi ukuran adalah GKI YASMIN Bogor, saya berkali-kali kesana, namun tampaknya mereka tidak ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional & dunia untuk kepentingan lain daripada masalahnya selesai.
Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA faktornya adalah lingkungan. Di Jawa pendirian gereja sulit, tapi di Kupang (Batuplat) pendirian masjid juga sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu melakukan mediasi.
Kalau ukurannya LADY GAGA & IRSHAD MANJI, bangsa mana yang ingin tata nilainya dirusak, kecuali mereka yang ingin menjual bangsanya sendiri untuk kebanggaan Intelektualisme Kosong ?
Kalau ukurannya HAM, lalu di Papua kenapa TNI / Polri / Imam Masjid berguguran tidak ada yang bicara HAM?
Indonesia lebih baik toleransinya dari Swiss yg sampai sekarang tidak memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik dari Perancis yang masih mempersoalkan Jilbab, lebih baik dari Denmark, Swedia dan Norwegia, yang tidak menghormati agama, karena disana ada UU Perkawinan Sejenis. Agama mana yang memperkenankan perkawinan sejenis?!
Akhirnya, kembali kepada bangsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yang harus sadar dan tegas, membedakan mana HAM yang benar (humanisme) dan mana yang sekedar Weternisme".
*I LIKE THIS*
Pidato yang heboh itu berisi pandangan mantan pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia itu mengenai sejumlah isu kontroversial seperti Ahmadiyah, toleransi antar umat beragama, Gereja Yasmin, Lady Gaga, Irshad Manji dan perkawinan sejenis.
Hasyim Muzadi sendiri telah mengonfirmasikan isi pidato ini.
Berikut selengkapnya isi pesan BBM mengenai pidato Hasyim Muzadi:
KH. Hasyim Muzadi, Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) & Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) & Mantan Ketum PBNU tentang tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia oleh Sidang PBB di Jeneva :
"Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti karena laporan dari dalam negeri Indonesia. Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara muslim mana pun yang setoleran Indonesia.
Kalau yang dipakai ukuran adalah masalah AHMADIYAH, memang karena Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tidak dipersoalkan oleh umat Islam.
Kalau yang jadi ukuran adalah GKI YASMIN Bogor, saya berkali-kali kesana, namun tampaknya mereka tidak ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional & dunia untuk kepentingan lain daripada masalahnya selesai.
Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA faktornya adalah lingkungan. Di Jawa pendirian gereja sulit, tapi di Kupang (Batuplat) pendirian masjid juga sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu melakukan mediasi.
Kalau ukurannya LADY GAGA & IRSHAD MANJI, bangsa mana yang ingin tata nilainya dirusak, kecuali mereka yang ingin menjual bangsanya sendiri untuk kebanggaan Intelektualisme Kosong ?
Kalau ukurannya HAM, lalu di Papua kenapa TNI / Polri / Imam Masjid berguguran tidak ada yang bicara HAM?
Indonesia lebih baik toleransinya dari Swiss yg sampai sekarang tidak memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik dari Perancis yang masih mempersoalkan Jilbab, lebih baik dari Denmark, Swedia dan Norwegia, yang tidak menghormati agama, karena disana ada UU Perkawinan Sejenis. Agama mana yang memperkenankan perkawinan sejenis?!
Akhirnya, kembali kepada bangsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yang harus sadar dan tegas, membedakan mana HAM yang benar (humanisme) dan mana yang sekedar Weternisme".
*I LIKE THIS*
16.5.12
Terapi Asam Cuka Deteksi Kanker Serviks
Asam cuka ternyata tidak hanya menambah rasa sedap dalam masakan, tapi juga berguna mendeteksi dini kanker serviks secara mudah dan murah. Deteksi dini kanker serviks dengan asam cuka ini disebut metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Metode ini sudah dikenalkan sejak 1925 oleh Hans Hinselman dari Jerman, tetapi baru diterapkan sekitar tahun 2005.
Kementerian Kesehatan RI pun sudah mengadopsinya. Cara ini selain mudah dan murah, juga memiliki keakuratan sangat tinggi dalam mendeteksi lesi atau luka prakanker, yaitu mencapai 90 persen.
Deteksi dini dengan cara mengoleskan asam cuka 3-5 persen di daerah mulut rahim (serviks) ini tidak harus dilakukan oleh dokter, tetapi bisa dipraktikkan oleh tenaga terlatih seperti bidan di puskesmas. Dan dalam waktu sekitar 60 detik sudah dapat dilihat jika ada kelainan, yaitu munculnya plak putih pada serviks. Plak putih ini bisa diwaspadai sebagai luka prakanker.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah meneliti penerapan IVA di India, Thailand, dan Zimbabwe. Efektivitasnya ternyata tidak lebih rendah daripada pap smear.
Selain kinerja yang sama dengan tes lain dan hasilnya bisa segera diketahui, IVA juga menawarkan keuntungan lain, yakni praktis, hanya memerlukan alat sederhana, dan harganya terjangkau.
Inke Maris, pakar komunikasi yang juga salah seorang pendiri Inisiatif Pencegahan Kanker Serviks Indonesia (Ipkasi), mengatakan sudah banyak puskemas yang mampu memberikan layanan tes IVA ini dengan biaya sekitar 15 ribu rupiah.
"Bahkan, sejumlah daerah sudah menerbitkan Perda yang menetapkan harga hanya 5 ribu rupiah untuk pemeriksaan IVA," tambah Dr. Basalama Fatum, MKM, Kasubdit Kanker Dit. PPTM, Kemenkes RI.
Terapi ini berlangsung singkat, kira-kira 5 menit. Memang ada rasa tidak nyaman ketika menjalani terapi ini. Kebanyakan perempuan merasakan sensasi dingin dan sedikit kram, atau kadang terasa hangat menjalar di tubuh bagian atas serta wajah.
Kemudahan dalam melakukan pemeriksaan sekaligus penanganan jika ditemukan luka prakanker ini memacu membuat program See and Treat semakin banyak diterapkan di sejumlah puskesmas. Diharapkan dengan IVA, akan makin banyak perempuan yang terjangkau oleh deteksi dini kanker serviks, sehingga angka kejadian kanker ini dapat diturunkan.
(berbagai sumber)
Kementerian Kesehatan RI pun sudah mengadopsinya. Cara ini selain mudah dan murah, juga memiliki keakuratan sangat tinggi dalam mendeteksi lesi atau luka prakanker, yaitu mencapai 90 persen.
Deteksi dini dengan cara mengoleskan asam cuka 3-5 persen di daerah mulut rahim (serviks) ini tidak harus dilakukan oleh dokter, tetapi bisa dipraktikkan oleh tenaga terlatih seperti bidan di puskesmas. Dan dalam waktu sekitar 60 detik sudah dapat dilihat jika ada kelainan, yaitu munculnya plak putih pada serviks. Plak putih ini bisa diwaspadai sebagai luka prakanker.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah meneliti penerapan IVA di India, Thailand, dan Zimbabwe. Efektivitasnya ternyata tidak lebih rendah daripada pap smear.
Selain kinerja yang sama dengan tes lain dan hasilnya bisa segera diketahui, IVA juga menawarkan keuntungan lain, yakni praktis, hanya memerlukan alat sederhana, dan harganya terjangkau.
Inke Maris, pakar komunikasi yang juga salah seorang pendiri Inisiatif Pencegahan Kanker Serviks Indonesia (Ipkasi), mengatakan sudah banyak puskemas yang mampu memberikan layanan tes IVA ini dengan biaya sekitar 15 ribu rupiah.
"Bahkan, sejumlah daerah sudah menerbitkan Perda yang menetapkan harga hanya 5 ribu rupiah untuk pemeriksaan IVA," tambah Dr. Basalama Fatum, MKM, Kasubdit Kanker Dit. PPTM, Kemenkes RI.
Terapi ini berlangsung singkat, kira-kira 5 menit. Memang ada rasa tidak nyaman ketika menjalani terapi ini. Kebanyakan perempuan merasakan sensasi dingin dan sedikit kram, atau kadang terasa hangat menjalar di tubuh bagian atas serta wajah.
Kemudahan dalam melakukan pemeriksaan sekaligus penanganan jika ditemukan luka prakanker ini memacu membuat program See and Treat semakin banyak diterapkan di sejumlah puskesmas. Diharapkan dengan IVA, akan makin banyak perempuan yang terjangkau oleh deteksi dini kanker serviks, sehingga angka kejadian kanker ini dapat diturunkan.
(berbagai sumber)
Red Velvet Cake (from Icip-Icip di dapur blog)
Bahan A :
3 1/2 cup = 385 gram, terigu protein sedang (all purpose)
1/2 cup = 55 gram, coklat bubuk
1 1/2 sdt garam
Bahan B :
2 cup = 473 cc, minyak goreng
2 1/4 cup = 506 gram, gula pasir/gula halus (kalau ga suka manis bisa dibuat 2 cup saja)
3 btr telur
1 1/2 sdt vanili bubuk
pewarna merah secukupnya
Bahan C :
2 bh Bit (± 300 gr)
200 cc air
Bahan D :
1 1/4 cup = 295 cc, susu UHT plain
2 sdm air lemon atau jeruk nipis
Bahan E :
2 sdt soda kue
2 1/2 sdt air lemon/jeruk nipis
CHEESE FROSTING :
Bahan :
250 gr cream cheese
100 gr butter
2 cup = 450 gram, gula bubuk (bila tidak suka manis, boleh dikurangi... cukup 225 gram aja)
2 cup = 473 cc, fresh cream cair ----->> sangat dianjurkan pake merk RICHs, hasilnya lbh kokoh dan stabil di suhu ruang
Cara membuat cake nya :
1. Blender potongan bit dengan air (bahan C) lalu masak dengan api kecil hingga air susut setengahnya. Saring dan ukur 100 cc. Sisihkan dan biarkan dingin.
2. Campur susu dan air lemon (bahan D), aduk rata dan sisihkan. Bentuk akhir akan mengental seperti yoghurt. Ini yang namanya BUTTERMILK.
3. Panaskan oven dan siapkan 3 loyang bundar dengan diameter 24 cm, alasi dengan kertas roti dan olesi dengan margarin.
4. Campur semua bahan A lalu ayak.
5. Campur lalu kocok gula halus dan minyak sampai rata. Masukkan telur satu per satu (with low speed), kocok hingga rata.
Tambahkan juice bit, pewarna dan vanilli lalu aduk rata.
>> Kalau pada step ini yang dipakai gula pasir, gunakan chopper (bukan mixer). Caranya, masukkan gula ke dalam chopper lalu tambahkan sedikit minyak dan giling hingga halus. Lalu satukan dengan sisa minyak. Mixer hingga rata.
(ikuti step selanjutnya spt diatas)
6. Masukkan campuran terigu ke dalam adonan, mixer (dengan low speed) hingga tercampur rata.
7. Tambahkan buttermilk, aduk rata dengan spatula.
8. Campur bahan E (dibuat dadakan aja ya) lalu masukkan ke dalam adonan, aduk rata.
9. Tuang adonan ke dalam 3 loyang lalu panggang sampai matang.
Siapkan cheese frosting.
Cara membuat CHEESE FROSTING :
1. Campur cream cheese, butter dan gula bubuk lalu kocok hingga lembut. Sisihkan.
2. Dalam wadah terpisah, kocok freshcream hingga mengembang (jadi whipcream), lalu masukkan campuran cream cheese, mixer dengan low speed hingga tercampur rata.
Penyelesaian :
Ambil selembar cake lalu olesi atasnya dengan cheese frosting secukupnya lalu tutup dengan selembar cake lagi. Selesaikan sampai cake yang ke 3. Lalu cover semua permukaannya dengan sisa cheese frosting.
Simpan di kulkas dan siap dinikmati.
Catatan :
Sebaiknya saat di dalam kulkas cake disimpan dalam keadaan tertutup.
Sesaat dari dalam kulkas cake agak sedikit membeku (justru pd saat ini cake sangat bagus dipotong, hasilnya mulus tdk beremah, liat aja foto slicenya), keluarkan dr kulkas, potong dan biarkan sebentar sebelum disantap... cake akan menjadi lembut dan moist kembali (ciri khas kue dengan pemakaian bahan minyak goreng).
Untuk hasil frosting yang lebih lembut, gula halus bisa diganti dengan glucosa cair (hasilnya memang lebih lembut dan halus, tapi jeleknya hasil frostingnya jd lebih cair).
Kalau tidak ingin cake nya terlalu tinggi, gunakan 2/3 resep saja dengan2 loyang bundar diameter 24 cm. Untuk 3 layer, hasil akhir tingginya sekitar 10-11 cm sedangkan 2 layer tingginya jadi sekitar 7 cm an.
3 1/2 cup = 385 gram, terigu protein sedang (all purpose)
1/2 cup = 55 gram, coklat bubuk
1 1/2 sdt garam
Bahan B :
2 cup = 473 cc, minyak goreng
2 1/4 cup = 506 gram, gula pasir/gula halus (kalau ga suka manis bisa dibuat 2 cup saja)
3 btr telur
1 1/2 sdt vanili bubuk
pewarna merah secukupnya
Bahan C :
2 bh Bit (± 300 gr)
200 cc air
Bahan D :
1 1/4 cup = 295 cc, susu UHT plain
2 sdm air lemon atau jeruk nipis
Bahan E :
2 sdt soda kue
2 1/2 sdt air lemon/jeruk nipis
CHEESE FROSTING :
Bahan :
250 gr cream cheese
100 gr butter
2 cup = 450 gram, gula bubuk (bila tidak suka manis, boleh dikurangi... cukup 225 gram aja)
2 cup = 473 cc, fresh cream cair ----->> sangat dianjurkan pake merk RICHs, hasilnya lbh kokoh dan stabil di suhu ruang
Cara membuat cake nya :
1. Blender potongan bit dengan air (bahan C) lalu masak dengan api kecil hingga air susut setengahnya. Saring dan ukur 100 cc. Sisihkan dan biarkan dingin.
2. Campur susu dan air lemon (bahan D), aduk rata dan sisihkan. Bentuk akhir akan mengental seperti yoghurt. Ini yang namanya BUTTERMILK.
3. Panaskan oven dan siapkan 3 loyang bundar dengan diameter 24 cm, alasi dengan kertas roti dan olesi dengan margarin.
4. Campur semua bahan A lalu ayak.
5. Campur lalu kocok gula halus dan minyak sampai rata. Masukkan telur satu per satu (with low speed), kocok hingga rata.
Tambahkan juice bit, pewarna dan vanilli lalu aduk rata.
>> Kalau pada step ini yang dipakai gula pasir, gunakan chopper (bukan mixer). Caranya, masukkan gula ke dalam chopper lalu tambahkan sedikit minyak dan giling hingga halus. Lalu satukan dengan sisa minyak. Mixer hingga rata.
(ikuti step selanjutnya spt diatas)
6. Masukkan campuran terigu ke dalam adonan, mixer (dengan low speed) hingga tercampur rata.
7. Tambahkan buttermilk, aduk rata dengan spatula.
8. Campur bahan E (dibuat dadakan aja ya) lalu masukkan ke dalam adonan, aduk rata.
9. Tuang adonan ke dalam 3 loyang lalu panggang sampai matang.
Siapkan cheese frosting.
Cara membuat CHEESE FROSTING :
1. Campur cream cheese, butter dan gula bubuk lalu kocok hingga lembut. Sisihkan.
2. Dalam wadah terpisah, kocok freshcream hingga mengembang (jadi whipcream), lalu masukkan campuran cream cheese, mixer dengan low speed hingga tercampur rata.
Penyelesaian :
Ambil selembar cake lalu olesi atasnya dengan cheese frosting secukupnya lalu tutup dengan selembar cake lagi. Selesaikan sampai cake yang ke 3. Lalu cover semua permukaannya dengan sisa cheese frosting.
Simpan di kulkas dan siap dinikmati.
Catatan :
Sebaiknya saat di dalam kulkas cake disimpan dalam keadaan tertutup.
Sesaat dari dalam kulkas cake agak sedikit membeku (justru pd saat ini cake sangat bagus dipotong, hasilnya mulus tdk beremah, liat aja foto slicenya), keluarkan dr kulkas, potong dan biarkan sebentar sebelum disantap... cake akan menjadi lembut dan moist kembali (ciri khas kue dengan pemakaian bahan minyak goreng).
Untuk hasil frosting yang lebih lembut, gula halus bisa diganti dengan glucosa cair (hasilnya memang lebih lembut dan halus, tapi jeleknya hasil frostingnya jd lebih cair).
Kalau tidak ingin cake nya terlalu tinggi, gunakan 2/3 resep saja dengan2 loyang bundar diameter 24 cm. Untuk 3 layer, hasil akhir tingginya sekitar 10-11 cm sedangkan 2 layer tingginya jadi sekitar 7 cm an.
21.3.12
Hamil? Ini Dia 15 Gejala Anda Mengandung
REPUBLIKA.CO.ID, Anda merasa mengalami gejala kehamilan. Namun, belum sempat mengunjungi dokter kandungan. Coba simak gejala berikut, bila seluruhnya dirasakan oleh Anda saat ini, kemungkinan besar Anda memang sedang mengandung. Berikut gejalanya:
Gampang terengah-engah
Jika Anda mudah terengah-engah saat naik tangga, padahal biasanya tidak, ada kemungkinan Anda sedang hamil. Janin memang membutuhkan oksigen. Alhasil, Anda pun kerap kehabisan napas. Harap maklum, ini akan terjadi sepanjang masa kehamilan. Terlebih ketika bayi dalam kandungan mulai menekan paru-paru dan diafragma.
Payudara membesar
Tanda-tanda payudara yang membesar, daerah areola yang menghitam, dan terlihat lebih banyak pembuluh darah di dada menjadi tanda awal kehamilan. Kenakan bra yang tepat untuk mengurangi ketaknyamanan.
Mudah lelah
Jika Anda merasa gampang sekali lelah, bisa jadi ini pertanda adanya peningkatan hormon dalam tubuh. Untuk sebagian besar perempuan, kelelahan bisa berlangsung selama trimester pertama. Namun, ada juga yang mengalami hingga trimester kedua.
Mual
Sebagian besar perempuan hamil mengalami mual di pagi hari. Bahkan, mereka mengalami ini hingga enam pekan. Ada pula yang mengalami tidak hanya pagi, tetapi juga sore dan malam hari. Untuk mengurangi rasa mual, biasakan mengonsumsi makanan ringan seperti biskuit dalam porsi kecil tapi sering.
Kerap buang air kecil
Jika tiba-tiba selalu merasa ingin buang air kecil di malam hari, siap-siap, inilah tanda lain kehamilan. Selama hamil, tubuh akan memproduksi banyak cairan yang nantinya akan memenuhi kandung kemih.
Sakit kepala
Tanda-tanda awal kehamilan termasuk juga sakit kepala adalah akibat dari perubahan hormon. Bila khawatir Anda benar-benar hamil, hati-hati saat mengonsumsi obat pereda sakit. Carilah obat yang mengandung parasetamol dan berlingkar hijau.
Sakit punggung
Bila tidak pernah mengalami sakit punggung, ada kemungkinan Anda hamil dan mengalami masalah di bagian ligamen. Harap maklum juga bila ini akan Anda alami selama masa kehamilan. Seiring dengan kehamilan yang makin membesar, titik gravitasi tubuh Anda pun akan berubah.
Kram
Ini gejala menstruasi atau kehamilan? Sulit dibedakan memang. Namun, bila benar kram di bagian bawah perut, mungkin saja kandungan Anda sedang mempersiapkan diri menerima kedatangan bayi.
Nafsu makan meningkat atau menurun
Tiba-tiba Anda selalu ingin makan rujak atau ikan membuat Anda mual. Bila Anda mulai bermasalah dengan makanan, mungkin saja tubuh Anda sedang memberitahu bahwa Anda hamil.
Konstipasi atau perut membesar
Celana panjang Anda mulai tidak muat. Jika mulai merasakan tubuh sedikit membesar atau mengalami kesulitan buang air besar, mungkin saja ini ada urusannya dengan tambahan hormon progesteron. Hormon ini memang menurunkan sistem pencernaan.
Terlambat menstruasi
Inilah gejala kehamilan yang paling gampang dideteksi: terlambat menstruasi. Bila jadwal menstruasi Anda biasa teratur dan tiba-tiba terlambat, waspada saja. Ada kemungkinan Anda mengandung.
Peningkatan suhu tubuh
Bila Anda berniat hamil, Anda bisa mengukur suhu tubuh basal untuk menentukan kemungkinan ovulasi. Biasanya, suhu tubuh basal meningkat karena berovulasi sampai Anda mendapatkan menstruasi dua pekan kemudian. Jika suhu tubuh terus meningkat lebih dari dua minggu, itu karena Anda sedang hamil.
Hidung jadi sensitif
Bau sampah membuat Anda sangat mual. Bila hidung jadi sangat sensitif, lagi-lagi, ada kemungkinan Anda hamil.
Perubahan emosi
Emosi Anda gampang berubah-ubah? Jika Anda gampang marah, boleh jadi tubuh Anda sedang menyesuaikan diri dengan adanya hormon-hormon baru. Pastikan suami Anda memahami ini, fase moody seperti ini akan berlalu juga.
Bercak
Bila bercak yang muncul lebih ringan dari menstruasi, tenang saja. Anda mungkin hanya mengalami pendarahan ketika sel telur menempel di dinding rahim. Proses ini memang memicu pendarahan ringan.
Gampang terengah-engah
Jika Anda mudah terengah-engah saat naik tangga, padahal biasanya tidak, ada kemungkinan Anda sedang hamil. Janin memang membutuhkan oksigen. Alhasil, Anda pun kerap kehabisan napas. Harap maklum, ini akan terjadi sepanjang masa kehamilan. Terlebih ketika bayi dalam kandungan mulai menekan paru-paru dan diafragma.
Payudara membesar
Tanda-tanda payudara yang membesar, daerah areola yang menghitam, dan terlihat lebih banyak pembuluh darah di dada menjadi tanda awal kehamilan. Kenakan bra yang tepat untuk mengurangi ketaknyamanan.
Mudah lelah
Jika Anda merasa gampang sekali lelah, bisa jadi ini pertanda adanya peningkatan hormon dalam tubuh. Untuk sebagian besar perempuan, kelelahan bisa berlangsung selama trimester pertama. Namun, ada juga yang mengalami hingga trimester kedua.
Mual
Sebagian besar perempuan hamil mengalami mual di pagi hari. Bahkan, mereka mengalami ini hingga enam pekan. Ada pula yang mengalami tidak hanya pagi, tetapi juga sore dan malam hari. Untuk mengurangi rasa mual, biasakan mengonsumsi makanan ringan seperti biskuit dalam porsi kecil tapi sering.
Kerap buang air kecil
Jika tiba-tiba selalu merasa ingin buang air kecil di malam hari, siap-siap, inilah tanda lain kehamilan. Selama hamil, tubuh akan memproduksi banyak cairan yang nantinya akan memenuhi kandung kemih.
Sakit kepala
Tanda-tanda awal kehamilan termasuk juga sakit kepala adalah akibat dari perubahan hormon. Bila khawatir Anda benar-benar hamil, hati-hati saat mengonsumsi obat pereda sakit. Carilah obat yang mengandung parasetamol dan berlingkar hijau.
Sakit punggung
Bila tidak pernah mengalami sakit punggung, ada kemungkinan Anda hamil dan mengalami masalah di bagian ligamen. Harap maklum juga bila ini akan Anda alami selama masa kehamilan. Seiring dengan kehamilan yang makin membesar, titik gravitasi tubuh Anda pun akan berubah.
Kram
Ini gejala menstruasi atau kehamilan? Sulit dibedakan memang. Namun, bila benar kram di bagian bawah perut, mungkin saja kandungan Anda sedang mempersiapkan diri menerima kedatangan bayi.
Nafsu makan meningkat atau menurun
Tiba-tiba Anda selalu ingin makan rujak atau ikan membuat Anda mual. Bila Anda mulai bermasalah dengan makanan, mungkin saja tubuh Anda sedang memberitahu bahwa Anda hamil.
Konstipasi atau perut membesar
Celana panjang Anda mulai tidak muat. Jika mulai merasakan tubuh sedikit membesar atau mengalami kesulitan buang air besar, mungkin saja ini ada urusannya dengan tambahan hormon progesteron. Hormon ini memang menurunkan sistem pencernaan.
Terlambat menstruasi
Inilah gejala kehamilan yang paling gampang dideteksi: terlambat menstruasi. Bila jadwal menstruasi Anda biasa teratur dan tiba-tiba terlambat, waspada saja. Ada kemungkinan Anda mengandung.
Peningkatan suhu tubuh
Bila Anda berniat hamil, Anda bisa mengukur suhu tubuh basal untuk menentukan kemungkinan ovulasi. Biasanya, suhu tubuh basal meningkat karena berovulasi sampai Anda mendapatkan menstruasi dua pekan kemudian. Jika suhu tubuh terus meningkat lebih dari dua minggu, itu karena Anda sedang hamil.
Hidung jadi sensitif
Bau sampah membuat Anda sangat mual. Bila hidung jadi sangat sensitif, lagi-lagi, ada kemungkinan Anda hamil.
Perubahan emosi
Emosi Anda gampang berubah-ubah? Jika Anda gampang marah, boleh jadi tubuh Anda sedang menyesuaikan diri dengan adanya hormon-hormon baru. Pastikan suami Anda memahami ini, fase moody seperti ini akan berlalu juga.
Bercak
Bila bercak yang muncul lebih ringan dari menstruasi, tenang saja. Anda mungkin hanya mengalami pendarahan ketika sel telur menempel di dinding rahim. Proses ini memang memicu pendarahan ringan.
15.3.12
Maaf, Aku Tak Kan Mengucapkan Selamat Ulang Tahun, Meskipun Aku Ingat...!
Bismillah,
Ada yg lebih baik daripada ucapan “happy b’day or wish U all the best” atau mengucapkan SELAMAT HARI ULANG TAHUN atau agak “islami” dikit MET MILAD ??
Kita menganggap diantara bentuk kebaikan/perhatian yg kita ungkapkan kepada orang lain adalah memberinya ucapan selamat di hari ulang tahunnya. Sebagai seorang muslim sebaiknya kita tinggalkan, kebiasaan ini, karena mengucapkan “selamat ulang tahun (dan sejenisnya)” bukanlah tradisi islam.
Dan hari raya di dalam Islam hanyalah dua: yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Adapun selain keduanya dari berbagai perayaan apakah yang berhubungan dengan seseorang, sekelompok orang, atau satu kejadian, atau dengan makna apa saja, maka itu merupakan perayaan-perayaan yang baru dalam agama, Dan telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:
Dalam hadits riwayat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu :
Nabi shallallahu alaihi wasallam datang ke Madinah dan ketika itu penduduk Madinah memiliki dua hari raya yang mereka bisa bersenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyyah, maka beliau bersabda : “Aku datang pada kalian dalam keadaan kalian memiliki dua hari raya yang kalian bersenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyyah. Dan sungguh Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari tersebut dengan yang lebih baik yaitu hari Nahr (Iedul Adha) dan Iedul Fitri.”
(HR Ahmad, Abu Daud, Nasa’i dan Baghawi)
Tidak boleh bagi Kaum Muslimin melakukannya, menyetujuinya, dan menampakkan kegembiraan dengannya, atau membantunya dengan sesuatu. Sebab hal tersebut termasuk ke dalam sikap melanggar batasan-batasan Allah, dan barangsiapa yang melanggar batasan-batasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka sungguh dia telah menzhalimi dirinya sendiri. Apabila perayaan yang diada-adakan tersebut berasal dari perayaan orang-orang kafir, maka ini berarti dosa di atas dosa, sebab menyerupai mereka, dan itu merupakan bentuk loyalitasnya kepada mereka. Dan sungguh Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah melarang Kaum Mukminin menyerupai mereka dan bersikap loyal kepada mereka dalam kitab-Nya yang agung. Dan telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:
من تشبه بقوم فهو منهم
” Barangsiapa yang menyerupai satu kaum,maka dia termasuk mereka ”
(HR.Abu Dawud dari Abdullah bin Umar)
Islam hadir dengan solusi mu’amalah (interaksi sosial) yang jauh lebih baik, yakni do’a. Ya, mendoakan kebaikan bagi kawan atau siapapun orang yang kita sayangi, sebagai bentuk perhatian kita pada orang tersebut.
Namun, JANGANLAH kita mendoakan orang lain HANYA pada saat di hari ultahnya saja atau jangan kita mengkhususkan hari tersebut. Hendaknya kita mendoakan orang lain kapan saja.
Nah, kali ini akan saya coba angkat sebuah tuntunan agung dalam mendoakan orang lain.
Al-Imam Muslim rahimahulloh meletakkan beberapa hadits dalam kitab Shohih-nya, yang kemudian diberi judul oleh Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahulloh :
“Keutamaan doa untuk kaum muslimin dengan tanpa sepengetahuan dan kehadiran mereka.”
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda dalam hadits dari shahabiyah Ummud Darda`radhiyallohu ‘anha :
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ
عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Doa seorang muslim kepada saudaranya secara rahasia dan tidak hadir di hadapannya adalah sangat dikabulkan. Di sisinya ada seorang malaikat yang ditunjuk oleh Allah. Setiap kali ia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut berkata (kepadanya): “Ya Allah, kabulkanlah, dan (semoga) bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.” (HR. Muslim)
Al-Imam An-Nawawi raohimahulloh menjelaskan hadits diatas dalam kitabnya, Al-Minhaj, dengan mengatakan : “Makna بظهر الغيب adalah tanpa kehadiran orang yang didoakan di hadapannya dan tanpa sepengetahuannya. Amalan yang seperti ini benar-benar menunjukkan di dalam keikhlasannya.
Dan dahulu sebagian para salaf jika menginginkan suatu doa bagi dirinya sendiri, maka iapun akan berdoa dengan doa tersebut bagi saudaranya sesama muslim dikarenakan amalan tersebut sangat dikabulkan dan ia akan mendapatkan balasan yang semisalnya.”
Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahulloh menjelaskan : “Bahwasanya jika seseorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) dengan tanpa sepengetahuan dan kehadiran saudaranya di hadapannya. Seorang malaikat berkata, ‘Amin (Ya Allah, kabulkanlah), dan bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.’ Maka malaikat akan mengaminkan atas doamu jika engkau mendoakan bagi saudaramu tanpa sepengetahuan dan kehadirannya.”
======================================================
Subhanallah, demikianlah salah satu dari sekian banyak keindahan islam, keagungan sunnah. Ketika kita mendoakan orang lain TANPA SEPENGETAHUAN orang tersebut maka malaikat akan meng-amin-kan doa kita. Ditambah mendoakan kebaikan yang serupa pula untuk diri kita.
Ya Ayyuhal ikhwah
Telah berlalu beberapa “birthday reminder” kalian di facebook saya. Di suatu bulan muncul pula “birthday reminder” saya di facebook kalian atau kalian ingat ulang tahun anggota keluarga saya, seperti anak-anak saya. Namun kali ini indahnya persahabatan kita tidaklah diukur dari siapa yang lebih dulu mengetik ucapan-ucapan selamat di wall saat ulang tahun akan tetapi yang jauh lebih penting dari hal itu adalah siapa yang paling tulus mendoakan semoga Allah memberi kita hati yang tulus dan ikhlas untuk berdoa.
Mungkin saya tidak selalu ada saat kalian bahagia. Dan saya pun sering tidak ada saat kalian berduka. Namun ketidakhadiran itu tidaklah berarti ketidakpedulian. Yakinlah kawan, insya Alloh, doa saya bersama kalian.
Ya Ayyuhal ikhwah,
Doakan saya. Semoga malaikat-Nya mendoakan kalian juga. Dan semoga Allah ‘Azza wa Jalla, mengabulkan doa kita semua.
Ada yg lebih baik daripada ucapan “happy b’day or wish U all the best” atau mengucapkan SELAMAT HARI ULANG TAHUN atau agak “islami” dikit MET MILAD ??
Kita menganggap diantara bentuk kebaikan/perhatian yg kita ungkapkan kepada orang lain adalah memberinya ucapan selamat di hari ulang tahunnya. Sebagai seorang muslim sebaiknya kita tinggalkan, kebiasaan ini, karena mengucapkan “selamat ulang tahun (dan sejenisnya)” bukanlah tradisi islam.
Dan hari raya di dalam Islam hanyalah dua: yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Adapun selain keduanya dari berbagai perayaan apakah yang berhubungan dengan seseorang, sekelompok orang, atau satu kejadian, atau dengan makna apa saja, maka itu merupakan perayaan-perayaan yang baru dalam agama, Dan telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:
Dalam hadits riwayat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu :
Nabi shallallahu alaihi wasallam datang ke Madinah dan ketika itu penduduk Madinah memiliki dua hari raya yang mereka bisa bersenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyyah, maka beliau bersabda : “Aku datang pada kalian dalam keadaan kalian memiliki dua hari raya yang kalian bersenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyyah. Dan sungguh Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari tersebut dengan yang lebih baik yaitu hari Nahr (Iedul Adha) dan Iedul Fitri.”
(HR Ahmad, Abu Daud, Nasa’i dan Baghawi)
Tidak boleh bagi Kaum Muslimin melakukannya, menyetujuinya, dan menampakkan kegembiraan dengannya, atau membantunya dengan sesuatu. Sebab hal tersebut termasuk ke dalam sikap melanggar batasan-batasan Allah, dan barangsiapa yang melanggar batasan-batasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka sungguh dia telah menzhalimi dirinya sendiri. Apabila perayaan yang diada-adakan tersebut berasal dari perayaan orang-orang kafir, maka ini berarti dosa di atas dosa, sebab menyerupai mereka, dan itu merupakan bentuk loyalitasnya kepada mereka. Dan sungguh Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah melarang Kaum Mukminin menyerupai mereka dan bersikap loyal kepada mereka dalam kitab-Nya yang agung. Dan telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:
من تشبه بقوم فهو منهم
” Barangsiapa yang menyerupai satu kaum,maka dia termasuk mereka ”
(HR.Abu Dawud dari Abdullah bin Umar)
Islam hadir dengan solusi mu’amalah (interaksi sosial) yang jauh lebih baik, yakni do’a. Ya, mendoakan kebaikan bagi kawan atau siapapun orang yang kita sayangi, sebagai bentuk perhatian kita pada orang tersebut.
Namun, JANGANLAH kita mendoakan orang lain HANYA pada saat di hari ultahnya saja atau jangan kita mengkhususkan hari tersebut. Hendaknya kita mendoakan orang lain kapan saja.
Nah, kali ini akan saya coba angkat sebuah tuntunan agung dalam mendoakan orang lain.
Al-Imam Muslim rahimahulloh meletakkan beberapa hadits dalam kitab Shohih-nya, yang kemudian diberi judul oleh Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahulloh :
“Keutamaan doa untuk kaum muslimin dengan tanpa sepengetahuan dan kehadiran mereka.”
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda dalam hadits dari shahabiyah Ummud Darda`radhiyallohu ‘anha :
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ
عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Doa seorang muslim kepada saudaranya secara rahasia dan tidak hadir di hadapannya adalah sangat dikabulkan. Di sisinya ada seorang malaikat yang ditunjuk oleh Allah. Setiap kali ia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut berkata (kepadanya): “Ya Allah, kabulkanlah, dan (semoga) bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.” (HR. Muslim)
Al-Imam An-Nawawi raohimahulloh menjelaskan hadits diatas dalam kitabnya, Al-Minhaj, dengan mengatakan : “Makna بظهر الغيب adalah tanpa kehadiran orang yang didoakan di hadapannya dan tanpa sepengetahuannya. Amalan yang seperti ini benar-benar menunjukkan di dalam keikhlasannya.
Dan dahulu sebagian para salaf jika menginginkan suatu doa bagi dirinya sendiri, maka iapun akan berdoa dengan doa tersebut bagi saudaranya sesama muslim dikarenakan amalan tersebut sangat dikabulkan dan ia akan mendapatkan balasan yang semisalnya.”
Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahulloh menjelaskan : “Bahwasanya jika seseorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) dengan tanpa sepengetahuan dan kehadiran saudaranya di hadapannya. Seorang malaikat berkata, ‘Amin (Ya Allah, kabulkanlah), dan bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.’ Maka malaikat akan mengaminkan atas doamu jika engkau mendoakan bagi saudaramu tanpa sepengetahuan dan kehadirannya.”
======================================================
Subhanallah, demikianlah salah satu dari sekian banyak keindahan islam, keagungan sunnah. Ketika kita mendoakan orang lain TANPA SEPENGETAHUAN orang tersebut maka malaikat akan meng-amin-kan doa kita. Ditambah mendoakan kebaikan yang serupa pula untuk diri kita.
Ya Ayyuhal ikhwah
Telah berlalu beberapa “birthday reminder” kalian di facebook saya. Di suatu bulan muncul pula “birthday reminder” saya di facebook kalian atau kalian ingat ulang tahun anggota keluarga saya, seperti anak-anak saya. Namun kali ini indahnya persahabatan kita tidaklah diukur dari siapa yang lebih dulu mengetik ucapan-ucapan selamat di wall saat ulang tahun akan tetapi yang jauh lebih penting dari hal itu adalah siapa yang paling tulus mendoakan semoga Allah memberi kita hati yang tulus dan ikhlas untuk berdoa.
Mungkin saya tidak selalu ada saat kalian bahagia. Dan saya pun sering tidak ada saat kalian berduka. Namun ketidakhadiran itu tidaklah berarti ketidakpedulian. Yakinlah kawan, insya Alloh, doa saya bersama kalian.
Ya Ayyuhal ikhwah,
Doakan saya. Semoga malaikat-Nya mendoakan kalian juga. Dan semoga Allah ‘Azza wa Jalla, mengabulkan doa kita semua.
Langganan:
Postingan (Atom)
