11.12.12

Manfaat Ketimun

Mentimun merupakan salah satu makanan yang terbaik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Bahkan karena manfaatnya yang begitu banyak tersebut, mentimun sering disebut sebagai makanan super.

Berikut adalah 9 manfaat mentimun bagi kesehatan, seperti dilansir naturalnews, Selasa (14/8/12) antara lain:

1. Menghidrasi tubuh dan mengisi ulang vitamin harian
Mentimun mengandung air hingga sebanyak 95 persen yang dapat menjaga tubuh tetap terhidrasi sambil membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Mentimun juga mengandung sebagian besar vitamin yang dibutuhkan tubuh dalam satu hari.

Cucilah mentimun sampai bersih dan jangan mengupas kulitnya karena kulit mentimun mengandung sekitar 10 persen vitamin C dari yang dibutuhkan tubuh dalam sehari.

2. Perawatan kulit dan rambut
Orang yang tidak suka makan mentimun masih dapat memperoleh manfaat dari mentimun untuk perawatan kulit dan rambut. Mentimun dapat digunakan untuk mengatasi iritasi kulit atau menenangkan kulit yang terbakar matahari.

Sifat anti-inflamasi mentimun juga dapat mengurangi mata bengkak dengan cara meletakkan irisan mentimun pada mata. Silikon dan belerang dalam mentimun juga dapat membantu untuk merangsang pertumbuhan rambut.

3. Melawan kanker
Mentimun diketahui mengandung lariciresinol, pinoresinol, dan secoisolariciresinol yang telah dikaitkan terhadap penurunan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, kanker ovarium, kanker rahim dan kanker prostat.

4. Perawatan rumah
Menggosok cermin atau kaca jendela dengan mentimun dapat mengatasi cermin berkabut sehingga Anda dapat mengurangi penggunaan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan untuk membersihkan rumah.

5. Meredakan bau mulut
Ambillah seiris mentimun dan tekan ke langit-langit mulut dengan lidah selama 30 detik. Phytochemcials dalam mentimun dapat membunuh bakteri dalam mulut yang menyebabkan bau.

Harga Sebuah Perubahan

"Bukan yang paling kuat yang bisa bertahan hidup, bukan juga yang paling pintar. Yang paling bisa bertahan hidup adalah yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan." - Charles Darwin

Dear Temans yang mudah beradaptasi,

Untuk bertumbuh, Anda perlu melakukan perubahan. Suatu perubahan selalu menuntut pengorbanan Anda. Baik itu keuangan, waktu, energi atau kreativitas. Kenyataannya, perubahan tanpa pengorbanan bukanlah perubahan yang sebenarnya!

Sebagian orang ada yang menganggap perubahan adalah pertumbuhan, sebagian lagi ada yang beranggapan perubahan adalah penderitaan.

Jika Anda memandang perubahan itu sebagai pertumbuhan, apapun itu pengorbanannya walaupun membuat Anda lebih sedikit menderita, ingat saja pada hasil akhirnya.

Seekor ulat harus berjuang dalam kepompong sebelum menjadi kupu-kupu cantik. Sebuah mutiara pun dihasilkan dari pasir yang masuk ke dalam tubuh kerang yang halus. Untuk menghasilkan mutiara cantik yang berharga ini, sebuah kerang harus menahan sakit yang luar biasa.

Jika Anda ingin merombak keadaan yang telah mapan, pakar manajemen Tom Peters memberikan nasihatnya, "Jangan guncang perahunya. Tenggelamkan dan mulailah bangun yang baru."

Kadang-kadang Anda harus keluar dari zona aman dan memusnahkan yang lama untuk mendapatkan sesuatu yang baru dan lebih baik.

Jangan biarkan Anda lumpuh oleh ide-ide perubahan. Beradaptasilah. Lihatlah sebagai peluang yang lebih menguntungkan.

Karakter & Kepemimpinan

"Kebanyakan orang mengatakan intelektualitaslah yang membuat seorang ilmuwan hebat. Mereka salah, yang membuatnya hebat adalah karakter"- Albert Einstein

Jenderal H. Norman Schwarzkopf pernah mengatakan, "Kepemimpinan adalah kombinasi yang sangat kuat dari strategi dan karakter. Namun jika harus memilih salah satunya, pilihlah karakter."

Karakter dan kredibilitas selalu berjalan bersama. Kepemimpinan tanpa kredibilitas cepat atau lambat akan hancur.

Lihat saja kepemimpinan yang diguncang oleh skandal korupsi, sex atau hak asasi manusia, seperti yang terjadi pada mantan presiden Amerika, Richard Nixon, Bill Clinton atau para petinggi perusahaan Enron yang memanipulasi data keuangannya.

Karakter membuat kita dipercaya dan rasa percaya membuat kita bisa memimpin. Seorang pemimpin tidak pernah membuat komitmen kecuali ia melaksanakannya dan ia benar-benar melakukan segalanya untuk menunjukan integritas, sekalipun hal itu tidak nyaman baginya.

Seorang pemimpin berkarakter kuat akan dipercayai banyak orang. Mereka mempercayai kemampuan pemimpin tersebut untuk mengeluarkan kemampuan mereka yang tertahan.

Jika seorang pemimpin tidak memiliki karakter yang kuat, ia tidak mendapatkan respek dari pengikutnya. Respek diperlukan bagi sebuah kepemimpinan yang bertahan lama. Seorang pemimpin memperoleh respek dengan mengambil keputusan yang berani dan mengakui kesalahannya. Ia juga lebih mendahulukan kepentingan terbaik pengikut dan organisasi dibandingkan kepentingan pribadinya.

Kepercayaan adalah dasar kepemimpinan. Rusak kepercayaan, berakhir pulalah sebuah kepemimpinan.

Memimpin adalah Mendengarkan

"Kepemimpinan bagi saya berarti tugas, kehormatan dan negara. Itu berarti
karakter dan itu berarti mendengarkan dari waktu ke waktu"
- George W. Bush

Kebanyakan orang cenderung lebih senang membicarakan dirinya sendiri dibandingkan mendengarkan. Hanya orang-orang berpengaruh yang memahami nilai luar biasa jadi pendengar yang baik. Seperti yang dikatakan senator Amerika Serikat, Lyndon B. Johnson, Anda tidak akan pernah belajar apa-apa jika Anda terus bicara.

Kemampuan mendengarkan secara cerdas merupakan kunci untuk dapat mempengaruhi orang lain. Mendengarkan memberikan manfaat dalam membangun hubungan, meningkatkan pengetahuan, membangkitkan ide, membangun loyalitas dan menunjukan rasa hormat kepada orang lain.

Sekilas mendengarkan orang lain tampak hanya menguntungkan mereka, tetapi dengan menjadi pendengar yang baik, Anda sebenarnya menempatkan diri pada posisi membantu diri sendiri.

Melalui mendengarkan, Anda memiliki kemampuan untuk mengembangkan hubungan yang lebih kuat, mengumpulkan informasi berharga dan meningkatkan pemahaman Anda mengenai diri sendiri dan orang lain.

Herb Cohen, seorang negosiator terbaik dunia mengatakan:
"Mendengarkan secara efektif membutuhkan lebih dari sekedar mendengarkan kata-kata yang disampaikan orang. Mendengarkan menuntut Anda menemukan makna dan pemahaman atas apa yang sedang dikatakan. Lagi pula, makna bukan terletak di dalam kata-kata, melainkan di dalam seseorang."

Jadilah pendengar baik, sebelum menjadi pembicara yang baik.

Kepercayaan Perekat Hubungan

"Perekat yang menyatukan suatu hubungan, termasuk hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin adalah kepercayaan, dan kepercayaan itu
dibangun atas dasar integritas
." -
Brian Tracy

Kepercayaan adalah fondasi dari semua hubungan.
Hubungan kerja, bisnis, kepemimpinan dan tentu saja cinta dibangun atas dasar kepercayaan. Tanpa itu, sebuah hubungan tak akan berjalan, sebuah organisasi pun akan kacau.

Bayangkan jika Anda berada dalam sebuah lingkungan, hubungan atau
organisasi tanpa kepercayaan, para pekerjanya saling curiga satu sama
lain dan para atasannya berusaha mempertahankan posisinya
masing-masing dengan segala cara. Organisasi seperti itu sangat rapuh dan tinggal menunggu waktu untuk hancur.

Sebagai seorang pemimpin, Anda harus menginvestasikan banyak waktu
untuk membangun kepercayaan dari bawahan atau pengikut Anda.
Kepercayaan itu sebenarnya dibangun atas fondasi sederhana.

Jalanilah kehidupan dengan penuh integritas dan hormati orang lain. Konsistensi dalam kata dan perbuatan. Melakukan dan menepati apa yang Anda katakan pada orang lain.

Sebelum Anda mengharapkan orang lain percaya pada Anda, sebagai pemimpin Anda harus percaya dahulu pada orang lain. Delegasikan kewenangan Anda pada mereka. Mereka pun akan merasa dipercaya atas kemampuan mereka.

Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya butuh waktu beberapa detik untuk menghancurkannya. Belajarlah mempercayai, belajarlah untuk jadi orang yang dipercaya.

7.8.12

Tata Cara Shalat Dhuha Dan Bacaannya

1. Berniat untuk melaksanakan shalat Dhuha setiap 2 rakaat 1 salam. Seperti biasa bahwa niat itu tidak harus dilafazkan, karena niat sudah dianggap cukup meski hanya di dalam hati.
2. Niat shalat dhuha: Usholli sunnatadh-dhuha rok’ataini lillahi ta’alaa
3. Membaca surah al fatihah
4. Membaca surah asy-syams (QS:91) pada rakaat pertama, atau cukup dengan membaca surah al kafirun (QS:109) jika tidak hafal surah asy-syams itu.
5. Membaca surah adh-dhuha (QS:93) pada rakaat kedua, atau cukup dengan membaca surah al ikhlas (QS:112) jika tidak hafal surah adh-dhuha.
6. Rukuk, iktidal, sujud, duduk dua sujud, tasyahud dan salam adalah sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.

Menutup shalat Dhuha dengan berdoa. berdoa adalah kebiasaan yang sangat baik dan dianjurkan sebagai tanda penghambaan kita kepada ALLAH SWT.

Adapun surah-surah yang dibaca itu tidak ada hadits yang mengaturnya melainkan sekedar ijtihad belaka, kecuali membaca surah al kafirun dan surah al ikhlas adalah sunnah Rasulullah saw, tetapi bukan untuk shalat Dhuha, melainkan shalat Fajar. Kita tidak dibatasi membaca surah yang manapun yang kita sukai, karena semua Al-Qur’an adalah kebaikan.

Doa pun tidak dibatasi, kita boleh berdoa apa saja asalkan bukan doa untuk keburukan. Doa yang terkenal dalam Mazhab Syafi’i. Selain doa itu kita boleh membaca doa yang kita sukai. Namun karena ada aturan mazhab, maka hendaklah kita jangan melupakan agar memulai doa itu dengan menyebut nama ALLAH SWT, memuji syukur kepada-NYA dan kemudian bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Doa Setelah Shalat Dhuha
1. Allaahumma Innadh-Dhuhaa ‘Adhuhaa ‘UkaWal Bahaa ‘Abahaa ‘Uka
2. Wal Jamaala Jamaaluka
3. Wal Quwwata Quwwatuka
4. Wal Qudrata Qudratuka
5. Wal ‘Ishmata ‘Ishmatuka
6. Allaahumma In Kaana Rizqii Fis-Samaa ‘I Fa Anzilhu
7. Wa In Kaana Fil Ardi Fa Akhrijhu
8. Wa In Kaana Mu’assaran Fa Yassirhu
9. Wa In Kaana Haraaman Fathahhirhu
10. Wa In Kaana Ba’iidan Fa Qarribhu
11. Bihaqqi Dhuhaa ‘Ika, Wa Bahaa ‘Ika,
12. Wa Jamaalika, Wa Quwwatika, Wa Qudratika
13. Aatinii Maa ‘Ataita ‘Ibaadakash-Shaalihiin

Artinya:
1. “Wahai ALLAH, bahwasanya waktu Dhuha itu waktu Dhuha-MU
2. dan kecantikan adalah kecantikan-MU
3. dan keindahan adalah keindahan-MU
4. dan kekuatan adalah kekuatan-MU
5. dan kekuasaan adalah kekuasaan-MU
6. dan perlindungan itu adalah perlindungan-MU.
7. Wahai ALLAH, jikalau rejekiku masih diatas langit, maka turunkanlah
8. Dan jikalau ada didalam bumi maka keluarkanlah
9. dan jikalau sukar maka mudahkanlah
10. dan jika haram maka sucikanlah
11. dan jikalau masih jauh maka dekatkanlah
12. dengan berkat waktu Dhuha, keagungan,
13. keindahan, kekuatan dan kekuasaan-MU.
14. Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambamu yang shaleh.

(tausiahmuslim.blogspot.com)

25.7.12

Muslimah, Perhatikan Pakaianmu

Jakarta - “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Ahzab [33]: 59)

Pakaian untuk muslimah menjadi perhatian serius dalam Islam karena diperintahkan langsung oleh Allah SWT, Sang Pencipta manusia. Tidak dapat ditawar-tawar lagi, apa yang sudah ditetapkan-Nya mutlak harus diikuti dan dilaksanakan. Ini merupakan konsekuensi dari status sebagai muslimah, di manapun kita berada dan beraktivitas.

Pakaian dalam Islam untuk seorang muslimah tidak hanya berfungsi sebagai pelindung kulit dari terik matahari (panas), dari dinginnya udara, atapun dari debu yang mengandung kuman. Akan tetapi, pakaian seorang muslimah merupakan ‘pembeda’ dirinya dengan wanita kafir dan musyrik.

Firman Allah SWT: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”(QS Al A’raf [7]: 26)

Apakah pakaian yang digariskan oleh Islam untuk seorang muslimah boleh mengikuti mode yang berkembang? Jawabnya tentu boleh, asalkan aturan-aturan yang dibakukan oleh Allah dan Rasul-Nya harus menjadi patron atau pedoman. Menyimpang dari patron yang ditentukan, berarti melakukan perbuatan maksiat.

Dalam hal ini Sayid Sabiq berkomentar: ”Jika berpakaian merupakan suatu keharusan bagi orang yang beradab, dalam hal ini perempuan, tentulah lebih diutamakan. Hal ini karena pakaian dapat menjaga agamanya, kehormatannya, kemuliaannya, kepekaannya terhadap hal-hal yang kurang sopan, dan rasa malunya”.

Ada kekeliruan dalam memahami masalah pakaian untuk muslimah ini. Kebanyakan mereka berpendapat, bila sudah menutup kepala dan memakai celana panjang dengan baju potongan, dianggap sudah memakai pakaian muslimah. Alasannya, telah menutup aurat. Anggapan ini jelas sekali salah, karena perhatian Islam mengenai pakaian bukan hanya sekedar menutup aurat, akan tetapi agar tidak menarik nafsu syahwat kaum laki-laki. Alasan lainnya adalah terhindar dari tabarruj, yaitu menampakkan bagian-bagian tubuh yang dapat mendatangkan fitnah.

Pakaian-pakaian yang menarik syahwat ini kini berkembang dan menjadi trend bagi kaum wanita, baik tua, muda maupun remaja. Pakaian seperti ini dapat kita temukan di tempat kerja, di pasar bahkan di mesjid sekalipun. Kemuliaan dan harga diri telah hilang bersamaan dengan hilangnya rasa malu karena hanya menonjolkan bentuk keindahan tubuh semata.

Pakaian muslimah adalah sebuah keharusan bagi seorang wanita muslimah. Fungsinya tidak hanya sebagai pelindung bagi tubuh dan menutup aurat, tetapi juga sebagai pembeda dari wanita kafir dan musyrik serta untuk menjaga agamanya, kehormatannya, kemuliaannya, kepekaannya terhadap hal-hal yang kurang sopan, dan rasa malunya.

Lebih jauh Sayid Sabiq mengatakan: “Nilai seorang perempuan terletak pada budi pekerti, rasa malu dan peka terhadap hal-hal yang menyalahi kesopanan. Menjaga dengan baik sifat-sifat mulia ini berarti seorang perempuan menjaga kemanusiaan dengan baik”.

Alquran dengan sempurna sekali mengungkapkan pentingnya menjaga moral pergaulan bagi seorang muslimah dengan perintah untuk menahan pandangan dan kemaluannya, serta tidak menampakkan perhiasannya kecuali kepada orang yang dibenaran. Seorang muslimah juga diperintahkan untuk menutup dada mereka dengan kain.

Firman Allah SWT: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An Nur [24]: 31)

Alquran dengan petunjuk moralnya melalui pakaian tersebut, mengangkat posisi muslimah untuk menjadi seorang yang mulia, memliki karakater dan yang lebih utama, memiliki keperibadian agung karena darinyalah akan lahir generasi pelanjut kekhalifahan di bumi ini. Hanya kaum perempuanlah yang dapat melahirkan generasi tersebut. Dapat dibayangkan, bila wadah yang melahirkannya tidak memiliki rasa malu dan keperibadian agung, maka generasi yang dilahirkan adalah generasi yang akan jauh dari nilai-nilai moral.

Penyebab penyimpangan muslimah dalam berpakaian ini tidak lain karena kebodohan terhadap din yang dianut (Islam) dan taqlid terhadap pola dan gaya hidup wanita barat (wanita kafir dan musyrik). Apa-apa yang dihasilkan barat dianggap suatu kemajuan yang patut ditiru dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berpakaian. Padahal nyata sekali perbedaan tujuan berpakaian yang dituntun Al Qur-an dan sunnah, dengan tujuan berpakain ala wanita barat.

Untuk bagian ini Sayid Sabiq berkata: “Kebodohan dan taqlid buta adalah penyebab utama penyimpangan dari ajaran Islam yang sebenarnya. Penyelewengan ini telah sampai puncaknya, di mana seorang muslim sebelumnya tidak pernah berpikir bahwa perkara ini akan terjadi. Sponsor kerusakan moral telah membuat berbagai pola kecantikan dan model pakaian, bahkan mendirikan institusi pendidikan untuk mempelajari hal-hal tersebut”.

Pakaian bagi seorang wanita muslimah, tidak hanya sebagai pelindung bagi tubuh dan menutup aurat, tetapi juga sebagai pembeda dari wanita kafir dan musyrik serta untuk menjaga agamanya, kehormatannya, kemuliaannya, kepekaannya terhadap hal-hal yang kurang sopan, dan rasa malunya. Karena darinyalah akan lahir generasi pelanjut kekhalifahan di bumi.

Dalam buku Fiqih Sunnah Wanita dituliskan delapan syarat untuk pakaian wanita, yaitu:

1. Pakaian itu harus menutup seluruh tubuh kecuali telapan tangan dan wajah.

Firman Allah SWT: "Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya,” (QS An Nur [24]: 31)


2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan.

Firman Allah SWT: "...dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya...” ( QS An-Nur [24]: 31)

Firman Allah SWT: "...dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya," (Qs Al-Ahzab [33]: 33)


3. Kain harus tebal dan tidak tipis.

Telah disebutkan bahwasannya Rasulullah Saw bersabda, "Dua golongan yang belum pernah saya lihat sebelummnya: wanita berpakaian tapi telanjang…,wanita seperti ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, dan bau surga sungguh dapat dicum selama perjalanan ini dan ini,” (HR Muslim (2128))


4. Harus longgar dan tidak ketat sehingga menggambarkan sesuatu dari tubuh

“Rasulullah Saw memberiku pakaian Qubthiyyah yang tebal, pakaian tersebut adalah salah satu yang dihadiahkan Dihyah Al-kalbi. Kemudian pakaian itu aku berikan kepada istriku. Rasulullah Saw. kemudian bertanya kepadaku, “Kenapa engkau tidak memakai pakaian Qubthiyyah itu?” Aku menjawab, “telah saya berikan kepada istri saya wahai Rasulullah.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Beritahu kepadanya agar melapisinya dengan pakaian dalam, saya takut pakaian itu akan menggambarkan bentuk tubuhnya,” (HR Abu Dawud (4116))


5. Tidak diberi wewangian atau parfum

Dari Abu Musa Al-Ast’ari Radhiyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Wanita mana pun yang memakai minyak wangi kemudian melewati sebuah kaum agar mereka dapat menikmati keharumannya, maka wanita itu adalah pezina (pelacur),” (HR An-Nasa’i (2/283), Abu Dawud (4173), At-Tirmidzi (2786) dan lain-lain dengan sanad Hasan)


6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir

Hadist Abdullah bin ‘Amr, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah melihat saya memakai dua baju yang berwarna kuning, beliau pun bersabda, “Ini adalah pakaian orang kafir, maka janganlah engkau mengenakannya,”


7. Tidak menyerupai laki-laki

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Saw. melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki,” ( HR Al-Bukhari (5885), At-Tirmidzi (2784), Abu Dawud (4097) dan Ibnu Majah (1904))


8. Bukan pakaian popularitas (pakaian syuhrah).

Ini berdasarkan Hadist Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang memakai pakaian Syuhrah di dunia, maka Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan di hari kiamat, kemudian disiksa di dalam neraka dengan memakai pakaian tersebut,” (HR Abu Dawud (4029) dan Ibnu Majah (3607) dengan sanad hasan lighairihi).

Kini, sudah saatnya bagi seorang muslimah untuk kembali ke khittah yang menjadikan Alquran dan Sunnah sebagai tuntunan dalam berpakaian. Jalan kebenaran hanya satu dan sudah terbentang di hadapan kita. Begitu pula dengan jalan kesesatan yang sudah menanti pula. Bila jalan kebenaran yang dipilih, berarti kita memilih jalan keselamatan yang berujung pada surga Allah. Tetapi bila jalan kesesatan yang dipilih demi alasan apapun juga, berarti kita melaju dengan kecepatan tinggi untuk menuju akhir jalan di neraka Allah.

Memang sulit untuk melakukan perubahan, seperti sulitnya mengubah makanan pokok dari nasi ke singkong. Akan tetapi harus dimulai, seberat apapun karena ini perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.

Firman Allah SWT: Katakanlah (Muhammad): “Ta’atilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.” (QS. Ali Imran [3]: 32)

Wallahu a’lam bish-shawab